Ditetapkannya batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, dan peringatannya setiap tanggal 2 Oktober, seharusnya membuat kita semakin memahami apa yang disebut sebagai batik. Yang dijadikan warisan budaya tersebut adalah proses membatiknya, bukan kain dengan motif batik seperti yang kerap dipersepsikan orang kebanyakan.
Hal sederhana yang mungkin belum Anda ketahui, misalnya, batik ternyata bukan hanya dikerjakan oleh seorang perempuan pembatik yang duduk di dingklik (bangku pendek) sambil melukisi kain mori dengan lilin malam. Sehelai kain batik bisa dikerjakan oleh empat hingga lima orang. Dari pembuat pola di kertas, pembatik, hingga pemberi warna dan penglorod...mau tau lebih banyak tentang batik ?? follow our twitter @Batikqoe ....
Kita memang tidak harus tau secara detail pembuatan batik., selain memakainya sebagai wujud kecintaan kita terhadap salah satu budaya Indonesia agar lebih diakui dunia, rasanya kita pun perlu mengetahui informasi-informasi terkait batik yang akan menambah pengetahuan dan kecintaan kita terhadap batik.
ReplyDeleteTrimakasih LV..,
Thank you pak risman atas komentar nya. . . . . ;))
ReplyDelete